Infertilitas pada wanita merupakan sebuah istilah yang merujuk pada perempuan yang tidak hamil (tidak memiliki keturunan) dan melahirkan seorang bayi. Wanita yang tidak subur dikatakan jika tidak mampu hamil walaupun sudah berusaha mengupayakan berbagai macam cara selama satu tahun bahkan lebih.

    Screenshot_44

    Sistem reproduksi wanita sangat rumit dibandingkan dengan pria. Pria akan menghasilkan sperma setiap hari semasa hidupnya, sementara wanita hanya menghasilkan satu sel telur matang setiap bulanya, itu pun bila kondisi kesehatan sistem reproduksinya sedang normal.

    Untuk memahami penyebab infertilitas pada wanita, perlu diawali dengan pemahaman mengenai proses kehamilan. Kehamilan diawali dari pelepasan sel telur yang sehat dari indung telur yang bergerak terus menuju ketabung saluran indung telur (tuba fallopi). Disitu sel telur akan dibuahi oleh sperma, pada saat pasangan melakukan hubungan intim. Sel telur yang sudah dibuahi kemudian akan bergerak dan tumbuh di dalam rahim.

    Faktor Risiko Infertilitas

    • Merokok

    Kebiasaan buruk ini bisa menyebabkan gangguan pada serviks dan tabung saluran indung telur, serta meningkatkan risiko keguguran dan kehamilan ektopik. Rokok dianggap dapat membuat indung telur anda mengalami penuaan lebih cepat dan akan menghabiskan sel telur anda sebelum pada waktunya, sehingga sangat sulit untuk kemungkinan bisa hamil.

    • Alkohol

    Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan ovulasi atau endometriosis.

    • Berat badan

    Proses ovulasi secara normal akan terhambat saat seseorang wanita memiliki berat badan yang berlebih atau kurang secara signifikan. Upaya mencapai berat badan sehat berdasarkan kategori IMT menunjukan bahwa dapat meningkatkan frekuensi ovulasi serta kemungkinan bisa hamil.

    • Faktor Usia

    Ketidaksuburan pada wanita juga bisa dikaitkan dengan faktor usia. Penurunan kesuburan wanita menurun secara signifikan saat usia 30 akhir. Sekirar 95% wanita yang berusia 35 tahun akan hamil setelah 3 tahun melakukan hubungan intim tanpa kontrasepsi. Sedangkan hanya 75% wanita usia 38 tahun yang hamil saat jangka watu yang sama.

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *